Bintang kaitan terbit senja
Terbenam hampir tengah malam
Heranlah hamba memikirkannya
Ayam jantan tertawa terbahak-bahak
Kukkuruyuruakakakakakaka……

Kalau ayam berkokok itu sudah biasa, tetapi kalau ayam ketawa sudah pernah dengar tidak? Yah, ayam ketawa benar-benar ada dan saat ini sedang banyak digandrungi oleh para peternak ayam. Disebut ayam ketawa atau “Manu’ Ga’ga’” karena suara atau kokok ayam jantannya sangat mirip dengan suara orang tertawa terbahak-bahak, sehingga orang yang mendengarnya akan ikut tertawa.

Ayam ketawa asalnya dari daerah Sidrap, Sulawesi Selatan. Sepintas tidak ada perbedaan dengan ayam ayam di Indonesia pada umumnya tetapi jika berkokok barulah ketahuan itu ayam ketawa. Ayam ini termasuk langka karena dulunya hanya dipelihara oleh bangsawan-bangsawan Bugis. Tetapi ayam ini kemudian perlahan-lahan mulai dipelihara banyak orang di daerah Sidrap dan sekitarnya bahkan telah sampai ke Jawa.

Karena keunikannya, ayam ini harganya cukup mahal mulai dari Rp.3 juta per ekor untuk jantan yang baru berusia 3 bulan, hingga puluhan sampai ratusan juta rupiah, tergantung pada kualitas suara ayam tersebut. Di daerah asalnya, sering diadakan kontes ayam ketawa untuk mencari ayam ketawa yang paling bagus dan paling lama suara kokoknya. Ayam ketawa yang keluar sebagai juara kontes harganya bisa mencapai Rp.50 juta.

Menurut Haji Piling, seorang peternak ayam ketawa di Sidrap, setiap minggunya ada permintaan ayam ketawa dari Jawa antara 20 sampai 30 ekor. Dia mematok harga Rp.500 ribu untuk ayam ketawa yang baru berusia 10 hingga 15 hari. (Fajar)

Selain keunikan suaranya, ayam ini juga diyakini sebagai pembawa hoki oleh kebanyakan orang bugis. Tak heran ayam ini banyak dijumpai di depan toko-toko milik orang Bugis di pasar-pasar tradisional. Karena itulah bisnis Ayam Ketawa ini sangat potensial dan menjanjikan. Kalau ada yang tertarik ingin memiliki atau beternak ayam ketawa, langsung aja ke blog penjualnya.

Ayam Ketawa

Kontes Ayam Ketawa, Sidrap. (doc: repeteistaghbygeulanteuduriju)