Pernahkah kita membayangkan bagaimana jadinya situs-situs jejaring sosial, blog, dan forum-forum tanpa avatar? Tentu saja sulit, sebab logo avatar itulah yang mewakili masing-masing individu yang berinteraksi di dalamnya. Secara etimologi, avatar bisa diartikan sebagai “perwujudan”, dalam hal ini logo/gambar yang mewakili masing-masing individu yang berpartisipasi dalam sebuah komunitas online (twitter, facebook, blog, forum, dll). Lalu pertanyaannya, apakah penting memiliki avatar? Dan bagaimana penampakan avatar yang baik, yang dapat memenuhi fungsinya sebagai “perwujudan” sehingga menjadikan si pemilik avatar itu memiliki “brand” di kancah online? Setelah menggugel kesana-kemari, berikut beberapa penjelasan yang dapat narablog himpun tentang topik ini.
Avatar yang baik akan membantu orang banyak mengingat Anda seketika. Dan Anda perlu menggunakan avatar yang sama dimana saja. Gunakan pada blog (sudah pasti), gunakan di Twitter, Facebook, dan dimana saja. Bahkan jika orang-orang tidak secara otomatis mengingat nama Anda atau website/blog Anda, mereka akan mengingat avatar Anda dan membentuk sebuah kesan terhadap avatar tersebut. Ketika mereka melihatnya lagi di saat yang lain, di jejaring atau blog yang lain, mereka lebih besar kemungkinannya akan memberikan perhatian dan mungkin ingin lebih mengenal, sehingga terdorong untuk mengklik logo avatar Anda.
Telah dibuktikan bahwa manusia (dan beberapa hewan seperti gagak) memiliki kemampuan bawaan untuk mengenali dan mengingat wajah, dan ini dimulai saat masih bayi. Dan walaupun Anda mungkin kurang bagus dalam mengingat nama seseorang, Anda selalu akan mengingat wajahnya. Bahkan jika Anda lama tidak melihat seseorang, katakanlah dalam 10, 20, atau 30 tahun, Anda masih saja dapat mengenali mereka saat bertemu lagi. Jadi dapat disimpulkan bahwa jika Anda ingin orang mengenal Anda, maka Anda tentu ingin mereka melihat wajah Anda.
Gunakan Avatar yang sama dimana saja
Jika Anda konsisten menggunakan avatar yang sama untuk semua akun yang Anda miliki, seperti di Blog, Facebook, Twitter, Flickr, Google dan lainnya, maka avatar tersebut akan menghasilkan ke-familiar-an bagi orang-orang yang sering mendapati avatar Anda.
Avatar yang baik
Pertanyaannya, apa yang menyebabkan sebuah avatar menjadi avatar yang baik? Saya pikir avatar yang paling berhasil adalah avatar yang membantu orang-orang terhubung dengan Anda (dan brand Anda) pada tingkat personal.
Coba perhatikan segelintir avatar dari beberapa orang yang paling banyak di-follow di Twitter:

Dari kiri ke kanan: Shaq, Evan Williams, Robert Scoble, Leo Laporte, Michael Arrington. (sumber: hivelogic)
Bukanlah suatu kebetulan bahwa Twitterer yang paling sukses sering menggunakan “kemiripan” diri mereka (foto, sketsa, atau karikatur) sebagai avatar mereka. Dengan demikian orang-orang akan mengenal dan mengingat mereka.
Perlu diperhatikan disini bahwa orang-orang yang memiliki follower terbanyak di Twitter adalah mereka yang kemungkinan tidak menggunakan avatar yang non-sense, kurang bersahabat, tetapi secara umum mereka memiliki avatar yang sangat mewakili diri mereka.
Nah sekarang coba sahabat lihat avatar-avatar ini, dari beberapa narablog yang sering berkunjung ke blog ini (beberapa dari mereka memiliki blog yang sukses dalam membangun jaringan):
Avatar-avatar di atas seolah membuat narablog merasa kenal siapa yagn berkunjung ke blog kita dan siapa pemilik blog yang kita kunjungi. Saya pikir khususnya penting bagi orang-orang yang bukan public figure, selebriti, untuk menggunakan representasi yang tepat dari diri mereka.
Menurut salah satu sumber info yang saya dapat, ada beberapa tips tentang hal-hal yang sebaiknya dihindari jika Anda ingin avatar Anda “berbicara” kepada teman dan follower Anda:
- Sebaiknya tidak menggunakan layanan pembuatan avatar online seperti Japanimation, karena semua avatar yang dihasilkan terlihat mirip, sehingga tidak cukup unik untuk membedakan Anda dari jutaan orang yang juga menggunakannya.
- Sebaiknya tidak menggunakan gambar benda mati atau hewan piaraan. Kecuali jika Anda ingin berlelucon dengan avatar tersebut atau memasarkan sebuah produk
- Jangan menggunakan avatar default. Hal terburuk adalah tidak merubah avatar default Anda, dan hanya menggunakan avatar yang telah disediakan oleh situs jejaring sosial atau blog.
Keadaan Khusus dan Pengecualian
Saat ini saya masih menggunakan logo tulisan “M” untuk avatar saya. Setelah menulis entri ini saya tentu berpikir untuk menggantinya, hanya saja saya belum menemukan foto yang pas, lagian avatar “M” ini juga belum punya brand
, jadi tidak masalah untuk menggantinya. Akan tetapi, jika avatar Anda (yang tidak mewakili diri Anda) telah memiliki brand yang sangat kuat, maka kemungkinan oke-oke saja untuk tetap menggunakannya.
Terakhir, jika keinginan Anda adalah untuk menyembunyikan identitas Anda (karena alasan yang kuat), maka semua uraian di atas tidak berlaku bagi Anda.
Buat yang sering berkomentar di blog tetapi tidak memiliki avatar, silakan pelajari cara membuat avatar komentar blog. Saya pikir bahasan ini mengundang banyak poin diskusi yang menarik, seperti misalnya bagaimana dengan pertimbangan faktor keamanan menampilkan foto di avatar? atau apakah memang lebih baik tidak menggunakan foto diri sebagai avatar? let’s discuss it here.






Masdin Reply:
July 22nd, 2010 at 1:28 pm
[Reply]