Seperti kata pepatah, ala bisa karena biasa. Karena terlalu sering digunakan, istilah-istilah asing seperti pada judul di atas terasa sudah sangat berterima di telinga kita. Padahal setiap kata asing tentu memiliki padanan dalam bahasa kita sendiri. Saya tertarik dengan tulisan Sofia Mansoor di blog Bahtera (Bahasa dan Terjemahan):
Kita cenderung takut mencipta kata. Akibatnya, istilah asing terus membanjiri bahasa Indonesia, dan KBBI pun semakin tebal dengan kata serapan.
Seolah-olah kita tidak mampu menemukan padanan kata untuk istilah-istilah asing yang kita temui sehingga istilah-istilah asing tersebut diserap begitu saja, padahal bahasa merupakan salah satu identitas bangsa. Kaidah awalan, akhiran, dan sisipan dalam bahasa kita sebenarnya merupakan kekayaan yang belum banyak dimanfaatkan untuk membentuk kata atau istilah baru.
Di sini saya ingin mengedepankan beberapa padanan istilah asing yang sering kita gunakan dalam berinternet. Padanan-padanan ini sebetulnya bukan istilah yang baru, hanya saja kurang dipopulerkan sehingga banyak yang belum menggunakannya.
Salin-Rekat => Copy-Paste
Istilah salin-rekat sebagai padanan copy-paste sudah mulai luas digunakan. Selain salin-rekat ada juga yang terkadang menggunakan salin-tempel tetapi kurang berterima dan yang lebih populer adalahsalin-rekat.
Daring (Dalam Jaringan) => Online
Padanan ini juga sudah mulai populer. Jika sahabat menggugel “dalam jaringan (daring)” akan tampil ribuan hasil pencarian, pertanda telah banyak yang menggunakan istilah ini. Jadi kalau selama ini kita mengatakan “Kamu lagi online nggak?” maka cobalah ganti dengan “Kamu lagi daring nggak?”. Keren kan? ![]()
Luring (Luar Jaringan) => Offline
Kebalikan dari daring. Jika sahabat pengguna perambah Firefox mungkin biasa menemukan frase “bekerja luring”. Yang dimaksud adalah bekerja di luar jaringan (work offline). Jadi kalau selama ini kita sering mengatakan “Saya lagi offline nih”, coba dibiasakan dengan “Saya lagi luring nih”, mantap toh?
)
Narablog => Blogger
Ini dia istilah yang paling sering kita pakai tetapi kebanyakan masih menyerap langsung istilah “Blogger”, kecuali beberapa sahabat yang sudah menggunakan istilah “Narablog” untuk menyebut dirinya. Jadi seharusnya “Saya seorang blogger” berubah menjadi “Saya seorang narablog”, mantap! ![]()
Surel (Surat Elektronik) => E-mail
Saya yakin rekan-rekan narablog sudah biasa melihat atau mendengar kata “surel” tetapi belum berani mengadopsinya menggantikan email. Mungkin kedengarannya canggung tetapi itu hanya faktor kebiasaan saja. Coba kita membiasakan “Minta dong alamat surel kamu”.
Menggugel => Googling
Mungkin padanan ini belum banyak dipakai, tetapi saya sering menemukannya di milis Bahasa dan Terjemahan Indonesia. Jadi saya pikir padanan ini juga perlu dipopulerkan. “Setelah googling kesana-kemari” coba deh diganti menjadi “Setelah menggugel kesana-kemari”, keren kan ![]()
Inilah beberapa istilah yang sempat terpikirkan oleh narablog saat menulis tulisan blog ini. Mari kita mencoba mempopulerkan penggunaan istilah-istilah ini yang tentunya harus dimulai dari diri kita sendiri dulu. Oh iya, buat sahabat-sahabat narablog dari negeri tetangga yang sering berkunjung ke sini (suri, puteri, thoha, dan lainnya) mungkin kata-kata di atas ada padanan tersendiri dalam bahasa Malaysia.
Jika ada sahabat narablog yang ingin menambahkan daftar istilah di atas, silakan yah dituliskan di komentar. ![]()






Masdin Reply:
July 5th, 2010 at 3:23 pm
Iya Suhu…
Unduh dan Unggah contohnya padanan yang mulai luas yang digunakan sebagai ganti Download dan Upload
[Reply]