Tulisan berikut merujuk pada sebuah tulisan yang bertajuk “Blogging Language“. Banyak yang sepakat bahwa komposisi yang paling penting dari sebuah blog adalah konten. Banyak perdebatan yang timbul seputar bagaimana seharusnya menyajikan konten ini kepada para pembaca. Ada yang mengatakan bahwa sebaiknya menggunakan bahasa yang mudah dan familiar sehingga menarik bagi pembaca, sedangkan sebagian lainnya mengatakan bahwa pendekatan akademik (bahasa yang lebih formal) seharusnya digunakan. Yang mana yang akan anda ikuti?
Sebetulnya blog adalah sebuah alat komunikasi massa, jadi harus diperlakukan sesuai dengan itu. Cara yang seharusnya anda gunakan untuk berkomunikasi dengan pembaca blog anda sebetulnya tergantung pada beberapa faktor penting:
1) Profil audiens yang menjadi target blog anda
- berapa usia rata-rata pengunjung blog anda?
- bagaimana tingkat pendidikan yang mereka miliki?
- apakah blog anda memiliki perlakuan khusus bagi pengunjung laki-laki atau perempuan?
2) Bidang yang menjadi fokus blog anda
Bagaimana anda “menyampaikan” diri anda?
Apakah anda ingin muncul dalam pikiran pengunjung anda sebagai seorang guru, sebagai seorang spesialis di bidang anda, atau hanya sebagai manusia biasa yang sekedar ngeblog tentang segala sesuatu yang menarik bagi anda? Beberapa jenis audiens (pembaca) merespon lebih baik terhadap sikap sebagai “spesialis”, sedangkan sebagian lainnya lebih menyukai pendekatan yang bersahabat. Dengan mengetahui profil audiens, anda dengan mudah dapat memahami apa yang membuat mereka “tergelitik”.
Sebagai contoh, jika pengunjung blog anda adalah para remaja, maka mereka kemungkinan besar akan lebih menerima bahasa yang familiar (bahasa sehari-hari). Pada usia ini mereka belum memiliki cukup banyak “guru”, sehingga cara terbaik adalah “menyampaikan” diri anda sebagai salah satu dari golongan mereka dengan menggunakan bahasa spesifik. Bidang blog anda juga bisa menjadi faktor penting untuk menentukan hal ini. Jika anda ngeblog tentang masalah-masalah komputer anda kemungkinan besar akan sukses dengan citra sebagai “spesialis”. Jadi anda harus menggunakan bahasa-bahasa yang sedikit teradaptasi dengan teknologi (dengan mengasumsikan bahwa anda mengetahui dengan baik apa-apa yang anda tulis).
Formal atau informal?
Jadikanlah bidang spesialisasi blog anda sebagai dasar untuk memilih cara berkomunikasi formal atau informal. Sangat penting agar anda memahami bahwa ini bisa memiliki imbas besar terhadap kredibilitas anda di depan para pembaca. Sebagai contoh, jika anda menggunakan pendekatan formal dalam komunikasi dan blog anda berfokus pada pemberian nasihat-nasihat atau tip-tip praktis, pada beberapa situasi anda bisa melihat bahwa anda tidak 100% yakin tentang apa yang anda tulis. Disisi lain, jika bidang blog anda adalah tentang isu sosial yang lumrah, maka cara terbaik untuk menulis di blog anda adalah dengan cara formal, meskipun orang-orang mungkin menganggap anda “berpikiran sempit”.
Walaupun orang yang menilai anda berdasarkan formal atau tidak formalnya bahasa yang anda gunakan pada situasi tertentu cukup jarang, namun secara tidak sadar akan terbentuk image bagi para pembaca, dan mereka mungkin berpikir bahwa blog lain lebih baik dari blog anda, tanpa ada alasan yang jelas.
“Kami” atau “Saya”?
Selama blog/tulisan anda tidak mewakili pendapat kelompok atau organisasi maka disarankan untuk tidak menggunakan pendekatan “kami”. Ngeblog telah menjadi sarana komunikasi yang sukses karena sifatnya yang “personal”. Beberapa blogger cenderung menganggap bahwa jika mereka menulis sebagai sebuah tim dan bukan perorangan, mereka akan mendapatkan kredibilitas yang lebih tinggi dan bisa mencerminkan profesionalisme bagi pembaca mereka. Hal ini memang ada benarnya tetapi jika anda bukan benar-benar merupakan bagian dari sebuah kelompok/organisasi jangan mencoba menggunakan kata “kami” karena pembaca akan menyadarinya dan anda akan kehilangan audiens.
Apakah anda menargetkan sisi afektif atau sisi rasional dari pikiran pembaca blog anda?
Bahasa tertulis pada dasarnya menargetkan sisi rasional. Ini karena sebuah pesan yang disampaikan dengan kata-kata harus diolah oleh otak agar dapat dipahami. Akan tetapi, image (citra) berkaitan dengan bagian afektif dari otak. Sasarannya adalah memicu emosi, tanpa harus menjelaskan sebuah pesan yang gamblang.
Pilihan ini tergantung pada bidang kisaran blog anda. Beberapa topik spesifik (seperti teknologi misalnya) cocok untuk bahasa yang menargetkan sisi rasional dari pikiran, sedangkan topik lain (seperti pariwisata, komersial) lebih besar kemungkinannya memerlukan bahasa yang mengargetkan sisi afektif.
Gunakan bahasa seperti bahasa mereka
Terakhir, anda tentu tidak ingin terlihat “memiliki level lebih rendah” atau “jauh diatas” para pengunjung/pembaca blog anda sehingga anda harus memastikan bahwa audiens (pembaca) anda akan memahami apa yang ingin anda sampaikan dalam tulisan anda.
Lakukan penyesuaian dari waktu ke waktu
Cobalah anda menganalisis seberapa baik pengunjung/pembaca merespon tipe bahasa yang anda gunakan dan lakukan penyesuaian sampai anda menemukan formulasi terbaik. Beberapa tipe bahasa bisa mendorong pembaca memberikan komentar dan beberapa tipe bahasa lainnya bisa menarik pembaca untuk datang berkunjung kembali ke blog anda. Cari formulasi bahasa yang cocok untuk blog anda. Disamping itu, jangan takut untuk memilih tipe bahasa yang sedikit berbeda untuk masing-masing tulisan/postingan (walaupun tidak boleh terlalu berbeda dengan metode komunikasi yang anda gunakan dalam blog anda secara keseluruhan), tergantung pada topik yang sedang anda tulis.
Kesimpulan
Jika anda termasuk blogger yang menganggap bahwa “konten blog adalah raja” maka anda mungkin ingin menghiasi raja anda dengan pakaian yang layak, dalam hal ini bahasa
.






Masdin Reply:
May 25th, 2010 at 8:14 am
Saya dukung kang…. hehehe, saya modalnya cuman $1.07 udah bisa punya domain (.info) dan hosting
[Reply]
kang ian Reply:
May 25th, 2010 at 8:34 am
wah gimana caranya masdin..share dong kalo bisa via email aja hehe
[Reply]
Masdin Reply:
May 25th, 2010 at 3:02 pm
Caranya muda saja kang, yang penting ada akun paypal, karena harga domain .info selama setahun itu cuma $1.07, untuk hostingannya kita bisa pake hostingan gratis. Hostingan gratis gak kalah sama yang berbayar kalau hanya untuk skala blog personal. Kalau kang Ian gak punya akun paypal bisa kok pake punyaku, nanti saya belikan domainnya lewat akun paypal. Tetapi perlu pengetahuan juga kang dikit tentang cara setting wordpress di hostingn sendiri. Kalau ada waktu bisa kita diskusikan
kang ian Reply:
May 25th, 2010 at 8:28 pm
oke kang add YM saya yah bang_zev2000 ^^
makasih