The true power of Basmalah

0

Tulisan ini sengaja saya awali dengan sebuah tulisan Arab dari basmalah sebagai pertanda bahwa apa yang saya tuliskan ini adalah sesuatu yang saya anggap baik (semoga saja). Sejatinya basmalah (Bismillaahirrahmaanirrahiim) adalah permulaan untuk segala sesuatu yang baik. Tapi mengapa manusia sangat dianjurkan untuk memulai semua kegiatan atas nama Allah? Yang menjadi kata kunci dalam hal ini adalah “nama”. Ketika kita memilih sebuah nama (katakanlah nama untuk blog), tentu kita punya tujuan dan maksud tersendiri mengapa memilih nama tersebut. Contohnya lagi, banyak bayi yang diberi nama merujuk nama orang besar yang terpandang sehingga memori dari nama tersebut tetap dikenang.

Syahid Murtaza Mutahhari dalam bukunya “Understanding the Noble Qur’an” menuliskan bahwa alasan mengapa kita memulai dengan nama Allah adalah “untuk memberikan sebuah sentuhan sakral bagi kegiatan tersebut dan menjadikannya diberkahi. Ketika seorang manusia yang menganggap Allah sebagai sebuah zat Maha Suci dan sumber dari segala keagungan, memulai sebuah tindakan dengan nama-Nya, maka itu berarti bahwa hanya karena kebesaran dan izin-Nya jualah sehingga tindakan tersebut dapat terlaksana dan diberkahi.

Mari kita ambil contoh sederhana, apakah kita mengucapkan Bismillah sebelum kita akan mengerjai seseorang atau hendak mengulurkan tangan mengambil sesuatu yang bukan hak kita? Tidak bukan, karena Basmalah adalah permulaan dari segala sesuatu yang baik.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ketika syaitan diperintahkan keluar dari syurga, dia menanyakan tiga pertanyaan: Dimana kami akan tinggal? Dimana kami akan makan? Dimana kami akan tidur?

Lalu dikatakan kepadanya bahwa kamu akan tinggal bersama orang-orang yang tidak mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim sebelum memasuki rumahnya. Kamu akan makan bersama orang-orang yang tidak mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim sebelum makan. Dan kamu akan tidur bersama orang-orang yang tidak mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim sebelum tidur.

Rasulullah (SAW) pernah makan bersama sekumpulan anak-anak. Tiba-tiba beliau tersenyum. Anak-anak bertanya mengapa beliau terseyum. Rasulullah (SAW) menjawab: “Syaitan, syaitan baru saja muntah.” Rasulullah (SAW) kemudian menjelaskan bahwa ada seorang anak diantara mereka yang lupa membaca bismillah dan syaitan alu duduk makan bersamanya. Anak itu kemudian baru ingat dan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim minal awwalu wal akhiru (dari awal sampai akhir). Syaitan lalu muntah sehingga Rasulullah (SAW) tersenyum.

Kita bisa mengambil pelajaran dari kisah berikut. Ada seorang perempuan yang selalu mengucapkan Bismillah sebelum dia melakukan apapun. Dia tahu bahwa Allah akan selalu beserta dengannya. Pada suatu pagi, dia menyimpan cincinnya dalam lemari dan seperti biasa dia mengucapkan Bismillah sebelum dia menaruhnya. Dia tahu bahwa cincinnya akan aman.

Suaminya lalu mengambil cincin tersebut dan membuangnya ke sungai. Dia ingin membuktikan pada istrinya bahwa hanya mengucapkan Bismillah tidak akan menjadikan cincin itu aman. Dia berencana di malam harinya akan bertanya kepada istrinya dimana dia taruh cincinnya.

Pagi itu perempuan tadi pergi ke pasar untuk membeli ikan. Saat sedang membersihkan ikan di rumah dia menemukan cincinnya di dalam perut ikan. Dia berpikir bagaimana cincinnya bisa sampai ke perut ikan tersebut lalu menaruhnya kembali dalam lemari sambil mengucapkan Bismillah. Ketika suaminya pulang dari kerja, dia bertanya kepada istrinya dimana cincin itu. Istrinya lalu mengambil cincin tersebut dari dalam lemari. Alangkah terkejutnya suaminya.

Dia menceritakan kepada istrinya apa yang telah dia lakukan dengan cincin itu dan meminta maaf kepadanya. Dia kemudian percaya seyakin-yakinnya bahwa Allah beserta orang-orang yang mengucapkan Bismillah sebelum melakukan apapun. (sumber kisah)

Bagaimana dengan sahabat-sahabat, apakah sahabat-sahabat mengucapkan bismillah saat akan online, saat akan membaca email, saat akan membuka blog, dan saat akan menulis postingan? Atau apakah sahabat-sahabat menuliskan basmalah di awal postingan?

10 Kamuflase Hewan yang Paling Menakjubkan

0

Cukup menarik diskusi tentang dampak facebook terhadap kehidupan sosial pada postingan sebelumnya. Sebagian besar sahabat menyarankan untuk tidak terlalu kecemplung di facebook dan sebagian lagi menganggap perlu ada balance diantara dunia maya dan dunia nyata, bahkan ada yang menjadikan facebook sebagai sebuah media pendukung untuk interaksi ril di dunia nyata. Tetapi saya pikir tidak jarang juga yang menjadikan facebook sebagai alat untuk kamuflase smug. Sekalipun kamuflase bisa juga dikaitkan dengan tabiat manusia, namun kamuflase lebih identik dengan kehidupan hewan dan alam, yang merupakan sebuah cara yang digunakan hewan-hewan yang memiliki kemampuan kamuflase untuk mengelak dari penglihatan pemangsanya dan untuk mengelabui hewan yang ingin dimangsa. Berikut 10 kamuflase hewan yang menakjubkan dari berbagai sumber yang berhasil narablog himpun.
10. Kepiting

Kepiting ini dapat menyembunyikan dirinya diantara pasir pantai. (sumber: disini)
09. Ikan Sebelah

Ikan sebelah yang sedang mencoba berkamuflase di dasar pasir. (sumber: disini)
08. Belalang Sembah

Hewan ini sangat pandai beradaptasi menyerupai mawar putih yang terdapat banyak di daerah habitatnya. (sumber: disini)
07. Uroplatus Gecko (Tokek Uroplatus)

Tokek ini adalah hewan endemik Madagaskar, sebagan besar di hutan hujan tropis dan di pulau-pulau Nosy Be. Makhluk ini beroperasi di malam hari dan tetap tenang dan berkamuflase sebagai bagian dari batang pohon. (sumber: disini)
06. Stick Insect

Serangga dengan bentuk yagn menyerupai ruas-ruas daun tempatnya makan. (sumber: disini)
05. Belalang

Hampir tidak mungkin membedakan belalang tersebut dari daun-daun di sekitarnya. (sumber: disini)
04. Uroplatus phantasticus (Tokek Berekor Daun)

Hewan ini memiliki warna yang mirip warna kebanyakan batang dan tangkai pohon serta ekornya sangat mirip dengan helai daun pohon yang sudah kering. (sumber: disini)
03. Burung Hantu

Burung hantu yagn terlihat samar bertengger di ranting sebatang pohon. (sumber:disini)
02. Ulat Misterius

Apakah Anda melihat ulat pada daun di atas? Ya, dia berkamuflase sempurna dengan ruas-ruas daun. Menurut sumbernya serangga ini belum teridentifikasi. (sumber: disini)
01. Tropidoderus childrenii

Wow, dia sedang menunjukkan kemampuannya yang sangat luar biasa untuk berkamuflase diantara daun-daun eukaliptus. (sumber: disini)

Konon katanya banyak blogger yang mengadaptasi kamuflase ini untuk mengelabui pengunjung supaya mengklik iklan-iklan per klik di blog yang sulit dibedakan dengan link-link navigasi blog winking.

Potret Luwu-Palopo dalam Postingan (3 hari tanpa HTTP part 2)

0

Alhamdulillah… setelah menjalani 3 hari tanpa http sekarang bisa update blog kembali. Thanks atas doa dan dukungan sobat-sobat blogger semua. Akan tetapi, sayang sekali saya tidak bisa share banyak kepada sobat-sobat semua perihal perjalanan saya tersebut dikarenakan saya tidak sempat melakukan dokumentasi. Sebagai gantinya saya ingin menceritakan sedikit tentang daerah yang saya tuju tersebut.

Selama 3 hari tanpa http ini sebenarnya saya pergi ke sebuah dusun terpencil di bagian utara kota Makassar, sebuah daerah pedalaman yang termasuk dalam wilayah Luwu-Palopo. Mungkin sahabat-sahabat tidak banyak mengenal daerah Luwu-Palopo ini, tetapi daerah ini memiliki banyak keunikan, baik dari segi budaya maupun dari segi geografis. Jika sahabat pernah membaca kebudayaan-kebudayaan dan peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di Sulawesi Selatan, tentu sahabat tahu tentang “Sure’ Lagaligo”. Sure’ Lagaligo atau kitab Lagaligo ini merupakan karya sastra terpanjang di Dunia yang mengalahkan Ramayana dan Mahabarata dengan panjang sekitar 300 ribu baris. Sayangnya naskah asli kitab ini tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden, Belanda karena alasan ilmiah mengingat suhu di Indonesia yagn tidak cocok dengan naskah-naskah kuno seperti ini.

Dari segi kebudayaan, ada makanan khas yang disebut “kapurung”. Makanan khas yang terbuat dari sagu ini, mirip dengan papeda di Papua. Hanya saja, kapurung dibuat bulat dengan menggunakan sepasang sumpit (istilah org Palopo/Luwu ‘didui’) dan dicampur bersama kuah pedis, sayur mayur, jeruk nipis dan daging ikan, udang atau daging ayam. Makanan ini tidak perlu dikunyah, tapi langsung ditelan saja, itu sebabnya di Palopo/Luwu, orang lebih sering menyebutnya “minum kapurung”. Kalau dikunyah, justru akan terasa hambar, kesulitan, akan lengket sana sini di ruang mulut. Kapurung menjadi satu dari sekian banyak menu yang disajikan pada tiap acara-acara orang Palopo selain masih banyak pilihan menu makanan khas lainnya seperti pacco’, lawa’, parede, dan lainnya.
Kapurung, Makanan Khas Palopo Berbahan Dasar Sagu

Kapurung, Makanan Khas Palopo Berbahan Dasar Sagu

Luwu atau Palopo secara umum juga terkenal dengan buah-buahannya. Durian, langsat, rambutan dan Jeruk. Yang paling populer adalah duriannya. Karena saking banyaknya durian di daerah ini, jika musimnya tiba ada pemilik kebun yang hanya mengharuskan seseorang membayar 20 ribu rupiah saja untuk masuk ke dalam kebun duriannya dan makan sampai puas (tapi tidak boleh bawa pulang, harus dimakan di tempat).
Durian palopo terkenal dengan daging buahnya yang tebal

Durian palopo terkenal dengan daging buahnya yang tebal

Orang jualan buah langsat pun cukup unik, pada musimnya buah langsat umumnya dijual per pohon, jadi seseorang membeli buah langsat yang masih ada di pohonnya dan buah pohon itu akan menjadi milik si pembeli sampai habis.
Buah langsat sering dijual per pohon

Buah Langsat Sering Dijual per Pohon

Selain itu ada 2 jenis buah yang hanya pernah saya lihat di daerah ini; buah tarra’ (buahnya sekilas mirip nangka tapi isinya berwarna putih, tidak bergetah dan bijinya kecil-kecil) dan buah patikala yang biasa digunakan sebagai pengganti asam jawa, karena buahnya yang konon terasa kecut dan bentuknya yang unik, sekilas terlihat seperti kelapa sawit.
Buah Tarra’ Orisinil Palopo

Buah Patikala
Buah Tarra Orisinil Luwu-Palopo

Buah Tarra’ Orisinil Luwu-Palopo

Itu saja yang bisa saya share ke sahabat-sahabat sekalipun saat menulis postingan ini rasa sakit yang ada di sekujur tubuh saya masih cukup terasa akibat perjalanan panjang menggunakan sepeda motor dengan menempuh jarak sekitar 800 km. :)

Anyone needs to hire someone for managing his/her monetized blogs?

0

I have heard a successful story from my friend that one of his close friend has became a millionaire by earning more than $2000 each month. It was surprising to me because the successful man is a blogger. He managed to earn more than $2000 each month from blogging. He is the first I know in my town who has gone that far. The most interesting from the story about this success man was his interest in hiring some people to manage his blogs because until know he has managed hundreds blogs, wow. I am also a blogger, but a new one, so I wouldn’t think to make money in that amount for now. I just focus on posting and posting right now. That’s why I was interested to be hired by a successful blogger for managing their blogs.

I have average knowledge on blogging, SEO, and html. I also realized the incredible benefits of unique content of a blog. Besides, currently I manage a few self-hosted wordpress blogs and blog with blogger platform. I would like to hear if any of this article reader who needs to hire someone for managing his/her blogs. I will be the first applicant to apply. :)

Bisnis Online Berbasis Blog: Otodidak vs Berguru

0

Perkembangan zaman yang begitu pesat telah melahirkan hal-hal yang tak terpikirkan sebelumnya di hampir seluruh bidang, termasuk di bidang bisnis dan usaha. Dulu usaha dan bisnis digeluti dengan produk dan jasa yang nyata (tangible), tetapi sekarang bermunculan jenis bisnis dan usaha baru yang berbasis Internet yang notabene melibatkan produk dan jasa yang intangible. Salah satu yang menjanjikan dan menunjukkan prospek yang sangat cerah adalah bisnis online yang berbasis blog. Tidak heran jika banyak onliner yang ingin mempelajari dan menggeluti secara serius bisnis online yang berbasis blog ini. Kebanyakan mempelajarinya secara otodidak, tetapi tidak sedikit juga juga yang memutuskan untuk “berguru” agar bisa mendapatkan bekal dan pengetahuan yagn cukup untuk memulai bisnis ini secara meyakinkan. Memilih antara belajar otodidak atau belajar formal sering menimbulkan dilema bagi yang ingin memulai bisnis ini. Sebenarnya, baik otodidak maupun belajar formal keduanya memiliki kelebihan masing-masing dan tulisan ini mencoba melihat lebih jauh hal itu ditinjau dari segi modal/investasi, kedalaman ilmu, efisiensi waktu, dan jaminan sukses.

Modal/Investasi Belajar

Masih banyak yang menganggap bahwa bisnis online tidak butuh modal/investasi termasuk untuk mempelajarinya. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar sebab seperti bisnis offline, bisnis online juga butuh modal dan investasi. Jika metode belajar yang dipilih adalah otodidak waktu merupakan modal yang sangat penting. Anda akan membutuhkan alokasi waktu yang cukup banyak dan intens untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya, browsing sana-sini, bertanya di forum-forum, dan melakukan trial-and-error. Selain itu, Anda mungkin perlu membeli dua atau tiga buku tentang blog marketing, sehingga modal finansial yang diperlukan relatif sedikit. Yang tak kalah penting, kemampuan bahasa Inggris juga sangat diperlukan.

Berbeda dengan itu, dengan metode “berguru” atau belajar formal seperti mengikuti Sekolah Blog, Anda tidak perlu lagi mengalokasikan waktu yang intens untuk mencari informasi sendiri sebab materi yang Anda perlukan semuanya telah dikemas dalam kurikulum yang jelas dan terstruktur. Akan tetapi, modal finansial yang diperlukan lebih besar dibanding belajar otodidak. Dari segi modal/investasi, otodidak memang lebih unggul tetapi bagi yang memiliki pemahaman yang baik tentang dunia bisnis, bahwa investasi adalah mutlak untuk menjalankan sebuah bisnis, maka metode berguru ini akan lebih dipilih.

Kedalaman Ilmu

Berbicara masalah ilmu yang didapat dari belajar otodidak dan belajar formal, mungkin belajar otodidak memberikan lebih banyak peluang untuk mengeksplorasi kedalaman pengetahuan yagn ada di Internet, yang penting kita berada di jalur belajar yang tepat. Sementara itu, jika Anda hanya bergantung dengan apa yagn didapat dari belajar formal, maka pengetahuan yang didapat tidak akan beda jauh dengan yang ada di kurikulum kecuali jika Anda mengalokasikan waktu bereksplorasi lebih jauh di luar jam belajar formal. Dengan begitu, ilmu yang akan didapatkan bisa lebih banyak dibanding otodidak.

Efisiensi Waktu

Semakin hari waktu semakin berharga. Dengan materi yang jelas dan waktu pertemuan yang telah ditetapkan, tentunya belajar formal akan mengefisienkan waktu jauh lebih banyak dibanding jika Anda masih harus mencari apa yang harus dipelajari dan masih harus menentukan kapan mempelajarinya. Waktu yang Anda hemat dari belajar formal bisa dialokasikan untuk hal lain atau bahkan untuk mendukung apa yang telah Anda pelajari secara formal.

Jaminan Sukses

Metode belajar apapun yang dipilih, baik otodidak maupun belajar formal, tidak ada jaminan seratus persen untuk sukses karena sudah menjadi sebuah ketentuan bahwa semua bisnis memiliki risiko untuk gagal. Akan tetapi, jika Anda memilih belajar otodidak Anda perlu berhati-hati jangan sampai salah jalan sebab mencari info yang tepat sasaran di Internet ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. Kesuksesan Anda dari belajar otodidak sangat tergantung pada bagaimana Anda pintar-pintar memilih kata-kunci pencarian dan memilah hasil pencarian. Sementara itu, belajar formal cenderung menjanjikan kesuksesan atau paling tidak menjamin Anda bisa menikmati hasil dari apa yang Anda investasikan untuk belajar. Terlepas dari semua itu, faktor diri sendiri (tekad kuat, motivasi, keuletan, ikhtiar, dll) tetap menjadi penentu utama kesuksesan.

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, jika Anda memiliki waktu yang banyak untuk dihabiskan di depan komputer dan ngeblog telah menjadi bagian dari keseharian Anda, serta Anda punya banya komunitas aktif, mungkin belajar otodidak lebih cocok. Jika waktu Anda terbatas tetapi punya keinginan dan keseriusan tinggi, serta ada dukungan finansial, maka belajar formal akan lebih baik. Apa yang diperoleh dari belajar formal belum tentu didapat dari belajar otodidak, dan semua yang didapat lewat otodidak bisa didapat di luar waktu belajar formal.

Berapa banyak trafik yang Anda butuhkan untuk menghasilkan uang dari blog?

0

Sebagai pemula sebetulnya saya belum pantas untuk ngomongin topik macam ini, tapi saya pikir tidak ada salahnya untuk sharing ke sahabat-sahabat blogger. Pertanyaan pada judul tulisan ini adalah sebuah pertanyaan yang banyak muncul di internet, di blog-blog, dan forum-forum. Akan tetapi, sangat jarang pertanyaan ini mendapatkan jawaban. Dan ironisnya karena pertanyaan ini merupakan salah satu pertanyaan kunci yang ada di pikiran kebanyakan blogger.

Baiklah, mungkin berikut jawaban yang sejujurnya. Anda bisa menghasilkan uang dengan berapapun jumlah pengunjung (trafik).

Pertama-tama, lupakan tentang statistik blog yang menjelaskan tentang trafik blog Anda. Hal terpenting yang anda butuhkan, setidaknya untuk menjawab pertanyaan ini, adalah berapa banyak unique visitor (pengunjung per IP) yang datang ke blog Anda setiap hari. Angka inilah yang akan menentukan berapa banyak pendapatan yang bisa Anda raih. Hal-hal lain seperti desain, page view, kualitas iklan dan penempatan, semuanya bergantung pada unique visitor tersebut. Tanpa visitor yang cukup, maka seberapa bagus pun blog/situs Anda tidak akan berarti apa-apa.

Dari pengalaman pribadi seorang blogger, seratus unique visitor per hari sudah lumayan untuk memulai menghasilkan uang, meskipun jumlahnya cukup kecil.

Lima ratus unique visitor per hari bisa menghasilkan sekitar $250 sepekan dengan periklanan yang baik dan manajemen pengunjung. Yang dimaksud dengan manajemen pengunjung disini adalah berkaitan dengan desain blog, pilihan periklanan dan pemasangan, kebetahan pembaca, dan lain-lain.

Seribu unique visitor per hari dapat menghasilkan $500 dollar sepekan, lagi-lagi harus didukung dengan periklanan yang baik dan manajemen pengunjung.

Jika Anda ingin sebuah persamaan kasarnya, maka untuk mengetahui perkiraan pendapatan per pekan cukup bagi jumlah unique visitor per hari dengan dua. Persamaan ini berlaku untuk blog-blog yang memiliki konten yang baik, audiens terfokus dan pilihan serta penempatan iklan yang baik.

Tidak ada jaminan bahwa persamaan ini akan berlaku mutlak untuk trafik Anda. Tetapi, sangat mungkin untuk menikmati pendapatan sebesar itu dari blog yang dikelola dengan baik dan telah banyak orang yang melakukannya. Menurut saya sih mungkin ini hanya berlaku bagi blog-blog yang berbahasa Inggris karena jumlah trafik yang sama antara blog berbahasa Indonesia dengan blog berbahasa Inggris belum tentu memberikan efek yang sama, termasuk dalam hal monetisasi blog. Mungkin ada pengalaman lain dari sahabat-sahabat blogger yang mengelola blog berbahasa Indonesia, jangan ragu-ragu untuk berkomentar di tulisan ini.

Perkenalan dengan Komputer sebagai Tonggak Sejarah

0

Dengan didorong oleh rasa penasaran dan ingin tahu, hari itu kuputuskan untuk berangkat ke Makassar dari sebuah dusun terpencil tempat tinggalku di Palopo. Adalah “komputer” yang selama ini membuatku penasaran setelah mendengar cerita dari salah seorang kakakku yang kuliah di Jurusan Teknik Elektro, Universitas Hasanuddin Makassar. Dia bilang komputer adalah sebuah alat yang sangat canggih, “kamu bisa mengetik tanpa mesin ketik, sambil kamu dengar musik atau main game.”, begitu katanya. Saat itu saya duduk di kelas 3 SMP tahun 1998 dan sama sekali belum ada gambaran tentang benda yang disebut komputer ini. Waktu itu komputer masih sangat langka, bahkan orangtua kami belum mampu membelikan komputer untuk kakak yang kuliah di Unhas. Untungnya kakak punya teman dekat yang punya komputer, seorang mahasiswa STMIK Dipanegara.

Setiba di Makassar, kakak mengantar saya ke rumah temannya itu di BTP untuk memperkenalkan dan mengajari saya tentang komputer dan cara mengoperasikannya. Pertama kali melihat penampakan komputer saya pikir ternyata dia mirip dengan televisi (hanya lihat monitornya yang masih monitor analog). Kakak saya kemudian menunjukkan bagian-bagian komputer yang lain dan menjelaskan fungsinya masing-masing. Dia juga menjelaskan sedikit tentang hardware dan mengatakan bahwa komputer yang sedang ada di hadapan kami itu menggunakan prosesor Pentium II. Setelah menyalakan layar monitor dan menekan tombol power di CPU muncullah beberapa tulisan hitam putih yang diikuti dengan logo bertuliskan “microsoft Windows 98″. Program aplikasi yang pertama kali saya buka adalah Microsoft Word (Office 98) dan saya diajari beberapa fungsi dasar seperti bold, italic, underline, cara mengubah ukuran font, membuat garis, tabel, word art, dan lain-lain.

Ternyata tidak terlalu sulit untuk dapat mengoperasikan komputer dan beberapa program aplikasi utama. Setelah beberapa hari rutin belajar akhirnya saya sudah dapat mengoperasikan komputer dengan baik. Sebelum balik ke kampung kakak saya menawari sesuatu yang katanya lebih canggih lagi dari apa yang sudah saya pelajari beberapa hari ini, namanya “internet”. Dia bilang dengan internet kamu bisa kirim surat kemana saja dan sampai dalam hitungan detik. Wah, saya benar-benar terkesima mendengarnya. Dia juga menambahkan dengan internet kamu bisa berkomunikasi dengan orang di seluruh dunia, kamu bisa baca berita tanpa harus beli koran, dan seterusnya. Saya benar-benar penasaran dibuatnya dan 1 hari sebelum balik ke kampung dia menemani saya ke sebuah warnet yang masih bisa dihitung jari jumlahnya kala itu. Warnet tersebut terletak di Jl. Gunung Bawakaraeng dan tarifnya Rp.10.000/jam. Situs internet yang pertama kali saya lihat adalah www.yahoo.com. Saya kemudian belajar membuat e-mail dan mengirim surat lewat e-mail. Sekitar 1 jam di warnet saya merasa sudah mengerti tentang internet, tapi hanya sebatas mengirim e-mail dan membuka situs (browsing). Keesokan harinya saya sudah harus balik ke kampung dan tentunya selama di kampung saya tidak dapat berkomputer apalagi berinternet.

Lulus di Universitas Hasanuddin membawaku kembali ke Makassar tiga tahun kemudian. Saya ingat sekali waktu itu saya tiba di Makassar subuh hari dan tempat yang pertama kudatangi sesuai yang ditunjukkan kakakku adalah tempat pengetikan dan warnet yang terletak di depan Pintu 1 Unhas. Tempat ini merupakan usaha bersama yang didirikan oleh kakak dan beberapa temannya. Ada beberapa PC di sana, rata-rata menggunakan prosesor Pentium II dengan sistem operasi Windows 98. Saya memilih tinggal di tempat ini karena selain lokasi kampus yang sangat dekat saya juga punya banyak waktu dan kesempatan untuk lebih mendalami tentang komputer dan Internet. Di tempat inilah saya belajar banyak tentang hardware dan troubleshooting masalah-masalah komputer. Sayapun semakin mahir menggunakan program-program aplikasi standar seperti MS-Office. Di pertengahan 2004, usaha pengetikan dan warnet itu gulung tikar karena manajemen yang buruk. Dua buah PC dari warnet tersebut menjadi milik kakak dan diberikannya kepadaku. Bermodalkan dua komputer Pentium II tersebut saya pun membuka usaha pengetikan sendiri.

Di awal tahun 2007, saya mulai tercerahkan soal asal-usul sistem operasi komputer dan saat itu saya mulai merasa tidak nyaman menggunakan sistem operasi Windows bajakan. Di satu sisi saya ingin menggunakan software Windows yang asli, tetapi di sisi lain harganya yang sangat mahal membuat saya harus berpikir dua kali. Bersamaan dengan itu, seorang teman mengenalkan sistem operasi Linux yang free license. Setelah mengumpulkan banyak informasi dan browsing sana-sini akhirnya saya memutuskan untuk bermigrasi total ke Linux dan meninggalkan Windows. Pada awalnya banyak kendala yang saya temui dengan Linux, khususnya yang berhubungan dengan setting hardware dan program aplikasi. Tetapi dengan bantuan sejumlah komunitas yang tertarik dengan Open Source di Makassar seperti LUGU (linux User Group) dan C-MOS (Community of Makassar Open Source), proses migrasi saya pun berjalan mulus dan tetap menggunakan Linux sampai sekarang. Distro Linux yang pertama kali saya install adalah Vector Linux Soho 5.0 yang berbasis Slackware, kemudian berpindah ke PCLinuxOS 2007, dan terakhir Ubuntu sampai sekarang.

Perkenalan pertama saya dengan teknologi komputer ini telah menjadi sebuah tonggak sejarah dalam hidup dan karir saya. Bahkan sekarang ini, komputer dan internet telah menjadi ruh bagi pekerjaan sehari-hari saya sebagai seorang penerjemah lepas.

Moderasi komentar atau tidak yah?

0

Bagi para sahabat blogger yang “militan” komentar blog tentu bukan hal yang asing lagi, bahkan mungkin telah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas ngeblog kita. Sekalipun form komentar di blog bisa tidak ditampilkan (comment off) namun hampir semua blog yang kita kunjungi menyediakan sebuah kotak kecil di bawah setiap postingannya yang disediakan khusus untuk komentar pembaca. Yang membedakan blog dengan website statis adalah komentar dan komentarlah yang menjadikan sebuah blog serasa hidup. Bahkan tidak berlebihan jika ada yang mengatakan “Blog tanpa komentar ibarat taman tanpa bunga” (sepertinya ini masih perlu penelitian lebih lanjut… :D ). Seperti dalam tulisan saya sebelumnya, pentingnya sebuah komentar di blog, komentar memiliki manfaat yagn banyak sekali mulai dari diskusi dan bertukar pendapat, membangun jaringan, sampai dalam hal SEO (Search Engine Optimization).

Akan tetapi, sering kita mengalami ketika menuliskan sebuah komentar di blog seseorang muncul tulisan “Your Comment Is Awaiting Moderation”, yang berarti bahwa komentar yang barusan kita tulis hanya akan tampil setelah dimoderasi/disetujui oleh empunya blog. Menahan komentar sebelum ditampilkan memang merupakan hak pribadi masing-masing yang punya blog dan tentu ada alasan tersendiri untuk itu. Dari sekian banyak pendapat mungkin dapat disimpulkan bahwa salah satu alasan penting memoderasi komentar adalah untuk menghindari masuknya komentar-komentar spam. Akan tetapi, terkadang pemilik blog tidak menyadari bahwa memoderasi komentar dapat memberikan efek “negatif” bagi komentator. Secara pribadi, terus terang saya merasa agak kurang nyaman ketika menuliskan komentar dan muncul peringatan “Your Comment Is Awaiting Moderation”. Penyebabnya adalah bisa saja komentar saya itu mengandung sebuah pertanyaan yang harus segera dijawab, ataukah koreksi penting yagn harus segera dibaca mengenai posting bersangkutan, sementara saya tidak tahu secara pasti kapan komentar itu akan ditampilkan, bisa saja besok, lusa, pekan depan, bulan depan, atau bahkan tidak pernah ditampilkan. Kelemahan lain memoderasi komentar (ini menurut saya loh) adalah ketika pemilik blog sangat sibuk dan tidak punya waktu untuk cek komentar sehingga komentar bisa tertahan sampai berjam-jam, bahkan berhari-hari, sebelum disetujui.

Tidak berarti bahwa blogger tidak boleh memoderasi komentar. Ini semua kembali kepada tujuan kita masing-masing dalam ngeblog. Tetapi setidaknya jika hanya untuk menghalangi komentar spam masuk, banyak cara yang bisa ditempuh. Kita bisa menginstall plugin anti-spam (kalau yang ngeblog di wordpress.com udah ada anti-spamnya), atau plugin captcha untuk verifikasi komentator manusia dan robot. Kalaupun misalnya kita tidak memoderasi komentar, terus ada komentar yang menurut kita tidak sopan masuk, kita masih bisa menghapusnya. Bagaimana dengan blog sahabat-sahabat?

NB: Ini saran nih, boleh diterima boleh tidak, buat sahabat-sahabat blogger yang meg-off-kan komentar di halaman “about me” blog-nya, tolong di-enable yah komentarnya karena dari komentar di halaman “about me” blog kita itulah bisa lahir hal-hal yang luar biasa bagi eksistensi kita di dunia online. :D

Let’s Back to Dunia Nyata

0

Setelah kemarin kita mencoba mengintip masa depan blog yang katanya terindikasi suram, kali saya mencoba mengangkat topik yang masih seputar kehidupan dunia maya, jejaring sosial. Ada beberapa situs jejaring sosial tetapi saya ingin mengkhususkan pada situs jejaring sosial yang paling populer yaitu FaceBook. Saat ini ada sebuah pertanyaan menggelitik yang timbul berkaitan dengan keberadaan facebook dan para penggunanya yang begitu luas. Apakah situs-situs jejaring sosial yang ada memang mendukung interaksi atau justru mengurangi interaksi ini sebatas di dunia maya, dengan menggeser interaksi dunia nyata? Untuk menjawab pertanyaan ini saya mencoba merujuk ke beberapa sumber utamanya tulisan Guy Lecky-Thompson tentang dampak baik dan buruk FaceBook.

Interaksi elektronik (maya) perlahan tetapi pasti telah menggeser interaksi sosial, dengan menjauhkan jarak diantara orang-orang. Manusia adalah makhluk sosial, menghilangkan interaksi sosial dalam kehidupan bisa mempengaruhi perkembangan sosial, khususnya jika dimulai pada usia muda.

FaceBook juga merubah cara orang berinteraksi, kemungkinan dengan merubah apa yang pada akhirnya akan mempengaruhi evolusi interaksi sosial. Kurangnya komunikasi face-to-face (tatap muka) secara tidak langsung telah mengikis keterampilan seperti kemampuan membaca bahasa tubuh dan fasilitas-fasilitas komunikasi tidak langsung lainnya.

Komunikasi elektronik massa bisa mengarah pada kualitas interaksi sosial yang buruk karena jumlah partisipan yang sedikit; pembicaraan seperti gosip kemungkinan akan lebih tinggi dibanding pada interaksi tatap muka. Juga ada ada yang berkesimpulan bahwa informasi online memiliki nilai yang lebih rendah dibanding informasi di dunia nyata.

Tidak berarti bahwa kita harus menutup mata untuk FaceBook. Seperti halnya teknologi-teknologi yang lain, seperti email, serarch engine, dan online publishing tools seperti Blog, secara keseluruhan FaceBook dan situs jejaring sosial lain bisa dianggap hal yang baik. Situs-situs ini memungkinkan orang terhubung, baik mereka kenal satu sama lain atau tidak. Namun ada kekurangan mendasar dalam bentuk hal-hal yang sifatnya sangat publik dimana pertemanan telah berdegenerasi menjadi sesuatu yang dapat menebar ancaman, meskipun dampak positifnya jauh lebih besar. Telah banyak kita mendengar Kisah-kisah sukses yagn berawal dari komunikasi maya seperti pernikahan, deal bisnis, kemitraan, diantara yang lainnya.

Akan tetapi, hanya bergantung pada komunikasi elektronik untuk interaksi sosial kemungkinan akan merusak hidup dan bukan justru memperkaya kehidupan. Setiap orang, dengan sedikit pengecualian, memerlukan kontak tatap-muka untuk dapat mempertahankan skill sosial yang dimiliki dan untuk memenuhi kodratnya sebagai makhluk sosial. Ulasan di atas sifatnya pribadi yang tidak dijamin kebenarannya. Lalu bagaimana menurut Anda?
Interaksi Sosial di Dunia Nyata

Cowok Mati Kiri

0

Jika sahabat-sahabat pernah berkunjung ke Sulawesi Selatan, khususnya di Makassar dan Kabupaten Luwu, kemungkinan besar sahabat-sahabat pernah mendengar istilah Mati Kiri, sebuah istilah yang khas dan orisinil lahir dari lidah-lidah orang Sulawesi Selatan. Istilah ini dibentuk dari kata Mati dan Kiri, namun maknanya sudah berbeda dari kata-kata pembentuknya. Seperti kebanyakan istilah bentukan bahasa Indonesia lainnya yang mengandung kata kiri, istilah ini juga berkonotasi negatif. Istilah ini memiliki makna yang cukup mendalam dan oleh orang-orang Sulawesi Selatan digunakan untuk menunjukkan sikap diskriminatif yang berlebihan dalam masalah gender, khususnya sikap seorang laki-laki yang memperlakukan berbeda antara lawan jenisnya dan sesama jenisnya. Olehnya itu, istilah Mati Kiri ini sangat melekat dengan laki-laki sehingga lahirlah istilah Cowok Mati Kiri, artinya seorang cowok yang memiliki sikap yang sangat baik, perhatian, sok jadi pahlawan, pada perempuan tetapi sebaliknya jadi penjahat dan acuh tak acuh pada sesama lelaki.

Contohnya, ada seorang cowok/lelaki trus ada teman lelakinya yang minta tolong untuk sesuatu yang dapat dia lakukan tetapi dia tidak mau membantu, namun di saat yang sama ketika ada seorang perempuan cantik yang meminta tolong untuk hal yang sama dengan cepat si lelaki tadi mengiyakan dan bersedia membantu seketika itu juga. Ini salah satu contoh yang menggambarkan seorang Cowok yang mati kiri. Untuk definisi lain berikut saya kutipkan langsung dari sebuah forum lengkap dengan logat Makassarnya.

tapi ada jg yg bilang toh… katanya mati kiri itu = tidak berani kalo sama cewek, tapi kalo sm cowok banyak sekali ceritanya… hehe apa lg kalo sm cewek cantik gemetaranki lututnya…

Definisi ini juga benar, dan intinya istilah Mati Kiri bermakna sikap diskriminatif yang berlebihan dalam masalah jender. Mungkin istilah Cewek Mati Kiri juga ada tetapi istilah ini belum pernah saya dengar disebut oleh orang-orang Sulawesi Selatan. Bahkan penyebutan kata Mati Kiri hampir tidak pernah terlepas dari kata Cowok, Cowok Mati Kiri, sehingga telah terjadi sedikit pergeseran makna bahwa Mati Kiri itu lebih berkonotasi ke sifat laki-laki.

Jadi suatu saat nanti jika bepergian ke Sulawesi Selatan, khususnya Makassar dan Kabupaten Luwu, sahabat-sahabat sudah bisa mengerti jika ada yang mengucapkan istilah tersebut, apalagi kalau istilah itu ditujukan kepada Anda :D . Istilah ini tidak hanya berlaku di dunia nyata loh, karena sepertinya saya mulai melihat ada indikasi-indikasi Mati Kiri yang mulai menjangkiti sahabat-sahabat blogger pejantan, hahaha…. JUST KIDDING :p. Semoga tidak ada yah, peace!

Go to Top